Slider 1 mini Slider 2 mini

Selasa, 11 Maret 2014

Perbedaan metode penyuluhan dulu dan sekarang

Filled under:


METODE PENYULUHAN
Perbedaan metode penyuluhan yang dulu dan sekarang
Metode Berdasarkan
Dulu
Sekarang
teknik komunikasi
Metode yang langsung digunakan pada waktu penyuluhan  pertanian/pembudidaya berhadapan muka dengan sasarannya sehingga memperoleh respon dari sasarannya dalam waktu yang relatif  singkat. Misalnya pembicaraan di balai desa,  dalam kursus, demonstrasi dan sebagainya.
Metode yang tidak langsung digunakan oleh penyuluhan pertanian/peternakan yang tidak langsung berhadapan dengan sasaran.
tetapi menyampaikan pesannya melalui perantara.Contohnya adalah media cetak (majalah, koran), media elektronik (radio, televisi), media pertunjukan atau sandiwara, pameran dan lain-lain. Metode tidak langsung ini dapat menolong banyak sekali apabila metode langsung tidak memungkinkan digunakan.
jumlah sasasaran dan proses adopsi
hubungan masal.
hubungan perseorangan dan hubungan kelompok
berdasarkan indera penerima
metode yang dapat dilihat, pesan penyuluhannya diterima oleh sasaran melauli indera penglihatan. Contohnya adalah metode publikasi barang cetakan, gambar, poster, leaflet dan lain-lain. Pertunjukan film bisu dan slide tanpa penjelasan lisan, pameran tanpa penjelasan lisan, surat-menyurat dan sebagainya.
metode yang dapat didengar pesan penyuluhannya diterima oleh sasaran melalui indera pendengaran. Contohnya siaran lewat radio dan tape recorder, hubungan melalui telepon, pidato ceramah dan lain-lain.
metode yang dapat dilihat dan didengar pesan penyuluhannya diterima oleh sasaran melalui indera penglihatan dan pendengaran sekaligus. Contohnya adalah metode pertunjukan film bersuara, siaran lewattelevisi, wayang, kursus berupa pelajaran dikelas dan prakteknya, karya wisata, pameran dengan penjelasan lisan.

Efektif dan Efisien
kesesuaian tujuan penyuluhan dengan kepentingan-kepentingan sasaran. metode yang digunakan dalam penyuluhan tidak menghabiskan banyak biaya, waktu, tenaga dan pikiran.

kesesuaian tujuan penyuluhan dengan kepentingan-kepentingan sasaran. metode yang digunakan dalam penyuluhan banyak menggunakan alat bantu demonstrasi terutama teknologi, sehingga menghabiskan banyak biaya, waktu, tenaga dan pikiran. Serta kurang efektif untuk masyarakat awam.

Posted By Okha Danjhu20.28

Minggu, 21 April 2013

Perairan Sungai

Filled under:

Pengertian Perairan Sungai
Sungai merupakan ekosistem air tawar yang bergerak satu arah (lotik), mendapat masukan unsur hara terutama dari kikisan tanah daerah tepi sungai. Daerah tepi sungailah yang akan menentukan ciri khas dari suatu sungai, misalnya daerah dengan kemiringan besar akan membuat kecepatan arus sungai besar pula.
Siklus Biologi Perairan Sungai
Air hujan yang jatuh ke bumi sebagian menguap kembali, sebagian masuk ke dalam tanah, dan sebagian lagi mengalir di permukaan. Aliran air di permukaan ini kemudian akan berkumpul lalu mengalir ke tempat yang lebih rendah dan membentuk sungai
Sungai yang merupakan ekosistem lotik, termasuk ekosistem terbuka yang secara alami mendapat masukan unsure hara terutama dari kikisan tanah sejak dari bagian hulu hingga hilir sungai.
Air sungai mengalir deras dimana aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air.
Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner, misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.
Temperatur di Perairan sungai,
Suhu air permukaan berkisar antara 22-28 C. Suhu udara berkisar antara 24-31 C. Suhu air di hulu lebih rendah dari pada di hilir sungai. Pada lokasi dengan suhu udara tinggi, maka suhu air juga tinggi. Ini menunjukkan bahwa suhu air berfluktuasi, sesuai dengan fluktuasi suhu udara.
suhu air di hulu sungai umumnya lebih rendah dibandingkan suhu air pada di hilir. Hal ini disebabkan karena suhu udara dan ketinggian tempat.
Distribusi Organisme di Perairan Sungai
Menurut Probosunu (2004), sungai dihuni oleh berbagai kelompok organisme  air
yaitu:
1. Neuston : Organisme yang aktif di permukaan air.
2. Nekton : Organisme aquatik yang dapat bergerak atau berenang bebas.
3. Plankton : Organisme mikroskopik yang melayang-layang di dalam air.
4. Bentos : Organisme (khususnya hewan) yang hidup/aktif di dasar perairan.
5. Perifiton : Organisme yang hidup menempel pada benda atau organisme dalam air.

Posted By Okha Danjhu03.45

Minggu, 31 Maret 2013

Sistem Endoktrin pada Ikan

Filled under:


SISTEM ENDOKRIN PADA REPRODUKSI IKAN
Ikan memiliki beberapa kelenjar endokrin, antara lain pituitari, tiroid, ginjal, gonad, pankreas dan urophisis
1. Pituitari
Kelenjar pituitari atau hipofisa terletak pada lekukan tulang di dasar otak (sela tursika), terdiri atas dua bagian utama, yakni adenohipofisa dan neurohipofisa, adeno hipofisa terdiri atas pars distalis dan pars intermedia, sedangkan, neurohipofisa hanya terdiri atas pars  nervosa yang berfungsi mensekresikan ocytoxin, arginin vasotocin dan isotocin. Pars distalis merupakan bagian utama adenohipofisa yang menghasilkan sel-sel pesekresi hormon prolaktin, hormon adrenocorticotropic (ACTH), hormon pelepas tiroid (Thyroid Stimulating Hormone), hormon pertumbuhan (STH-Somatotropin), dan gonadotropin serta pars intermedia mensekresi hormon pelepas melanosit (Melanocyte Stimulating Hormone), yang mana, pelepasan hormonnya diatur oleh faktor-faktor yang berasal dari hipotalamus.
Tabel. Hormon-Hrmon yang Mengatur Pelepasan Hormon Pituitari
HORMON HIPOTALAMUS
SINGKATAN
Corticotropin (ACTH) releasing
hormonThyrotrpin (TSH) releasing hormon
Gonadotropin –releasing hornon
Gonadotropin –release-inhibiting hormon
Somatostatin hormon (STH) –releasing hormon
Somatostatin hormon (STH) –release-innhibiting hormon
Prolaktin –releasing hormon
Prolaktin  release-inhibiting hormon
Melancyte –stimulating hormon (MSH) releasing hormon
Melanocyte stimulaitng hormon (MSH) –release –innhibiting hormon
CRH,  CRFTRH,  TRF
GnRH, GnRF
GnRIH, GnRIF
SRH, SRF
SRIH,  SRIF
PRH,  PRF
PRIH, PRIF
MRH,  MRF
MRIH,  MRIF


2.Tiroid
Kelenjar tiroid mempunyai karakteristik yakni unit dasar histologisnya adalah sel tunggal yang dikelilingi folikel dan jaringan yang dibentuknya memiliki kemampuan mengubah iodine dan inkorporasi menjadi hormon tiroid. Pada ikan, folikel tersebar di sekitar ventral aorta dan percabangannya ke insang.
Tirotrofin pituitari merupakan faktor utama yang mengontrol fungsi tiroid dibawah kondisi normal, fungsi tiroid adalah membuat, menyimpan dan mengeluarkan sekresi yang terutama berhubungan dengan pengaturan laju metabolisme.  Sintesis dan pengeluaran horomon tiroid secara otomatis diatur untuk memenuhi tuntutan kadar hormon dalam darah lewat mekanisme feedback hipotalamik.  Bila kadar hormon tiroid yang beredar dalam darah tinggi makan akan menekan output TSH pituitari, sedangkan kadar rendah menaikkannya.
Hormon tiroid yang penting adalah tetraiodotironin (T4) dan triiodotironin (T3). Hormon ini penting dalam pertumbuhan, metamorfosis dan reprooduksi. Secara spesifik tiroksin menambah produksi energi dan konsumsi oksigen pada jaringan yang normal, mempunyai pengaruh anabolik dan katabolik terhadap protein, meningkatkan proses oksidasi dalam tubuh, mempercepat laju penyerapan monosakarida dari saluran pencernaan, meningkatkan glikogenolisis hati, dan diduga mengontrol pelepasan somatotropin, kortikotropin dan gonadotropin dari hipofisis (Fujaya, 2004).
3.Pankreas
Pankreas adalah suatu kelenjar yang terdiri atas jaringan eksokrin dan endokrin.  Komponen eksokrin mensekresikan getah pankreas yang dicurahkan ke dalam duodenum lewat saluran pankreas, sedangkan komponen endokrin membebaskan hormonnya secara langsung kedalam sirkulasi darah. Pada semua vertebrata, terdapat tiga sel-sel pulau yang memliki fungsi independen: sel-sel A, menghasilkan glukagon; sel-sel B, menghasilkan insulin; dan sel-sel D belum diketahui secara jelas hormon yang dihasilkannya, namun beberapa peneliti mengemukakan bahwa hormon tersebut identik dengan somatostatin dan secara khusus berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan (Fujaya, 2004).
4.Gonad
Gonad merupakan kelenjar endokrin yang dipengaruhi oleh gonadotropin hormon (GtH) yang disekresikan kelenjar pituitari. Meskipun gonadotropin tidak secara langsung mempengaruhi perkembangan telur atau seperma ikan, namun mempengaruhi sekresi estrogen oleh sel folikel telur dan androgen oleh jaringan testis.  Estrogen  yang umum didapatkan dalam cairan ovarium teleostei adalah estradiol -17β yang merupan derivat dari 17αhydroxyprogesterone, sedangkan androgen yang umum disintesis adalah testosteron.
Organ target estrogen adalah sel-sel hati.  Pada hati, estradiol berperan membawa pesan agar vitelogenin segera disintesis. Vitelogenin adalah bahan baku kuning telur yang di sekresi sel-sel hati dan dibawa ke gonad oleh darah. Sedangkan 17αhydroxyprogesterone terutama berperan pada akhir pematangan gonad untuk merangsang ovulasi (Bond, 1979).
5.Ginjal
Ginjal merupakan salah satu organ yang memiliki sel-sel endokrin, antara lain jaringan interrenal, sel-sel kromaffin, juxtaglomerulus, dan korpuskel stanius.  Fungsi kelenjar ini dikontrol oleh pituitari melalui ACTH.
6.Kelenjar Ultimobranchial
Pada teleostei, kelenjar ultimobranchial terletak pada septum pemisah antara rongga abdomen dan sinus venosus, tampak sebagai pita berwarna putih pada septum. Kelenjar ini serupa dengan paratiroid pada bertebrata tingkat tinggi, tetapi tidak berupa folikel, malainkan menyebar pada septum.
Kalsitonin merupakan hormon yang disekresikan oleh kelenjar ultimobranchial.  Hormon ini berperanan menurunkan kadar kalsium darah.  Beberapa kajian juga menunjukkan bahwa kalsitonin dapat melakukan peranan dalam membuat ikan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidromineral yang berubah-ubah.
7.Urofisis
Urofisis, nama lain the caudal neurosekretori sistem, merupakan neurosekretori yang terletak pada bagian belakang spinal cord. Urofisis didapatkan pada setiap spesies ikan, namun fungsi hormon yang dihasilkannya masih menimbulkan kontrofersi, walaupun secara umu, sekresi urofisis berhubungan dengan fungsi osmoregulasi, dimana pengaruh terbesarnya adalah pada ginjal.
Ada empat jenis hormon yang diidentifikasi dari urofisis, yakni urotensin I, II, III dan IV. Pada ikan, urotensin I belum diketahui efeknya secara pasti, namun pada bertebrata darat, berperanan dalam penurunan tekanan darah. Urotensin II berperan dalam kontradiksi otot licin, misalnya otot rektum dan kandung kemih Urotensis III menstimulasi peningkatan penyerapan NA+ oleh insang dan pelepasan NA+ oleh ginjal. Urotensin Ivdiduga adalah arginine vasotocin,tetapi hanya teridentifikasi  pada rainbow trout Jepang. Pada ikan karper, urofisis memproduksi sejumlah besar acetilcholine.



Sumber :
Bond, C. E.  1979.  Biology of Fishes.  W.  B. Saunders, Philadelphia.
Fujaya, Yushita., Ir., M.Si. 2004. Fisiologi Ikan. Rineka Cipta. Jakarta.
Helfman, G. S.., B. C. Collete dan D. E. Facey. 1997.  The Diversity of Fishes.  Blackwell Science, UK.
OKA. A. A. 2002. Penggunaan Ekstrak Hipofisa Ternak Untukmerangsang Spermiasi Pada Ikan (Cyprinus carpio L.). Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar

Posted By Okha Danjhu01.17